Selasa, 20 Oktober 2020
PERAN EQ,SQ,AQ DAN CQ DALAM IMPLEMENTASI DUNIA KERJA
Selasa, 13 Oktober 2020
Organization Commitment & Organization Citizen Behavior
Organization Commitment & Organization Citizen Behavior
( Komitmen Organisasional & Perilaku Kewarganegaraan Organisasi )
===========================================================================
Dalam dunia bisnis seringkali memiliki persaingan antar perusahaan lainnya, dan ketahanan perusahaan tersebut dalam persaingan dilihat dari sektor intenalnya yang meliputi manajemen serta sumber daya manusia (karyawan). Bukan itu saja, sebuah perusahaan atau organisasi harus memiliki komitmen yang selaras pada visi dan misi yang dijalankan juga oleh anggotanya agar bertanggungjawab penuh dan memiliki loyalitas di dalam organisasinya dan organisasi juga menjaga loyalitasnnya kepada anggotanya, serta bagaimana perilaku anggota di organisasi tersebut haruslah memiliki semangat kerja yang baik, tersturktur dan bertanngung jawab atas job masing-masing pada sebuah perusahaan. Dan juga kemauan karyawan untuk berpartisipasi dalam organisasi, biasanya tergantung pada tujuannya bergabung dengan organisasi. Selain itu kemauan karyawan untuk memberikan sumbangan kepada tempat kerjanya sangat dipengaruhi oleh kemampuan organisasi dalam memenuhi tujuan dan harapan-harapan karyawannya. Sehingga dibutuhkan sinergi seluruh pihak di organisasi untuk bekerja sama dan menemukan strategi-strategi kreatif. Maka dari itu disini akan saya ulas materi mengenai Organization Commitment & Organization Citizen Behavior.
a) Organizational Commitment
adalah keberpihakan karyawan terhadap organisasi tertentu serta tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut.
menurut ahli:
Stephen P. Robbins :
" keterlibatan pekerjaan yang tinggi berarti memihak pada pekerjaan tertentu seorang individu ,sementara komitmen organisasional yang tinggi berarti memihak organisasi yang merekrut individu tersebut ".
Definisi para ahli mengenai Komitmen Organisasi
- L. Mathis - John H. Jackson :
komitmen organisasi adalah tingkat sampai dimana karyawan yakin dan menerima tujuan organisasional, serta berkeinginan untuk tinggal bersama atau meninggalkan perusahaan yang tercermin dalam ketidakhadiran dan angka perputaran karyawan.
2. Griffin :
Komitmen organisasi adalah sikap yang mencerminkan sejauh mana seseorang individu mengenal dan dan terikat para organisasinya.Seseorang individu yang memiliki komitmen tinggi kemungkinan akan melihat dirinya sebagai anggota sejati organisasi.
Komitmen organisasi adalah sikap yang mencerminkan sejauh mana seseorang individu mengenal dan terikat pada organisasinya. Seseorang individu yang memiliki komitmen tinggi kemungkinan akan melihat dirinya sebagai anggota sejati organisasi.
Komitmen Organisasional
Anggota organisasi yang berkomitmen terhadap organisasinya mungkin saja mengembangkan pola pandang yang lebih positif terhadap organisasi dan dengan senang hati— tanpa paksaan—mengeluarkan energi ekstra demi kepentingan organisasi (Anik dan Arifuddin, 2003). Hal tersebut menunjukkan bahwa komitmen organisasional memiliki arti yang lebih dari sekedar loyalitas yang pasif, tetapi melibatkan hubungan aktif dan keinginan karyawan untuk memberikan kontribusi yang berarti pada organisasinya.
Menurut Greenberg dan Baron (1993, dalam Chairy, 2002), karyawan yang memiliki komitmen organisasional yang tinggi adalah karyawan yang lebih stabil dan lebih produktif sehingga pada akhirnya juga akan lebih menguntungkan bagi organisasi. Mowday et al. (1982, dalam Chairy, 2002) mengemukakan ciri-ciri komitmen organisasional, yaitu: (1) keyakinan yang kuat serta penerimaan terhadap tujuan dan nilai organisasi; (2) kesiapan untuk bekerja keras; serta (3) keinginan yang kuat untuk bertahan dalam organisasi.
Dengan kata lain, Komitmen organisasional adalah penggambaran sikap yang merefleksikan loyalitas karyawan pada organisasi dan proses berkelanjutan dimana anggota organisasi mengekspresikan perhatiannya terhadap organisasi dan keberhasilan serta kemajuan yang berkelanjutan.
Dimensi - dimensi komitemen organisasional :
Curtis and Wright (2001) menjelaskan bahwa konsep ini dapat dipecah menjadi tiga komponen yaitu :
- Keinginan memelihara keanggotaan dalam organisasi
- Keyakinan dan penerimaan terhadap nilai dan tujuan organisasi
- kesediaan bekerja keras sebagai bagian dari organisasi.
Cut Zurnali (2010) mengemukakan bahwa komitemen organisasional sebagai sebuah keadaan psikologi yang mengakarakteristikan hubungan karyawan dengan organisasi atau implikasinya yang mempengaruhi apakah karyawan akan tetap bertahan dalam organisasi atau tidak yang terindentifikasikan dalam tiga komponen yaitu :
- Komitmen Afektif yang merupakan keterlibatan emosional seseorang pada organisasinya berupa perasaan cinta pada organisasi.
- Komitmen Kontinyu yang merupakan presepsi seseorang atas biaya dan risiko dengan meninggalkan organisasi saat ini. Artinya, terdapat dua aspek pada komponen kontinyu, yaitu: melibatkan pengorbanan pribadi apabila meninggalkan organisasi dan ketiadaan alternatif yang tersedia bagi orang tersebut.
- Komitemn Normatif yang merupakan sebuah dimensi moral yang didasarkan pada perasaan wajib dan tanggung jawab pada organisasi yang mempekerjakannya.
- Helping : seseorang yang memiliki OCB yang baik akan suka menolong orang lainmeskipun tidak ada penghargaan untuk itu.
- Sportsmanship : individu yang dikatakan OCB yang baik, akan memiliki sifat sportif seperti tidak complain saat diperlakukan kurang baik oleh rekannya dan tetap mengerjakan pekerjaan dengan baik.
- Loyalty : Dengan OCB yang baik, seseorang akan memiliki tingkat loyalitas yang tinggi, misalnya seorang individu akan tetap setia pada organisasinya meski organisasi tersebut mengalami kondisi yang sulit.
- Organizational Compliance : individu akan patuh kepada peraturan organisasi yang sangat ketat
- Individual Intitative : Inividu akan memiliki inisiatif lebih, sebagai contoh : seseorang akan bertanya jika tidak mengerti akan pekerjaannya atau contoh lain : adalah seseorang akan melakukan pekerjaannya dan tidak menunggu diperintah terlebih dahulu.
- Civic Virtue : Dimensi ini berkaitan dengan kewarganegaraan dimana individu akan lebih tanggap terhadap hal-hal yang dilakukan pemerintah, sehingga dia akan menginformasikan mengenai perubahan yang terjadi dan menginformasikannya kepada organisasinya.
- Self Development : Tindakan yang dilakukan secara sukarela yang dapat meningkatkan kemampuan, keterampilandan pengetahuan.
Aspek-aspek dalam OCB
Menurut Organ (1988) meliputi :
- altruism yaitu perilaku membantu orang lain yang mengalami kesulitan dalam bekerja, conscentiousness yaitu kesungguhan mengerjakan di atas standar minimal yang ditetapkan.
- sportmanship yaitu menahan diri dari aktivitas-aktivitas mengeluh dan mengumpat terhadap ketidaknyamanan,
- courtesy yaitu aktif mengumpulkan informasi yang dapat membantu orang lain terhindar dari masalah.
- civic virtue yaitu partisipasi aktif karyawan dalam kehidupan organisasi (Podsakoff, 2000).
Selasa, 06 Oktober 2020
EMPLOYEE ENGAGEMENT
Keterlibatan Employee - Engagement Pada Suatu Perusahaan
Pada masa globalisasi saat ini, banyak perusahaan melakukan persaingan mulai dari sektor apapun, persaingannya bukan hanya sebatas pada target yang ingin dicapai, akan tetapi juga persaingan mendapatkan tenaga Sumber Daya Manusia yang berkualitas itulah yang diperebutkan. Setiap perusahaan harus menjaga dan saling memiliki keterkaitan dengan aset terpentingnya yaitu para karyawannya sendiri supaya karyawan itu dapati bekeja secara maksimal. Keterikatan karyawan telah dianggap sebagai pengantar kesuksesan bisnis di pasar yang kompetitif seperti saat ini dan salah satu faktor penentu dalam kesuksesan organisasional (Lockwood, 2007). Menurut Bakker dan Demerouti (2008), “karyawan yang terikat akan bekerja dengan keras dengan pikiran yang positif, maka dari itu mereka lebih cepat atau banyak menyelesaikan hal-hal di tempat kerja.” Ketika karyawan terikat, secara otomatis mereka akan meningkatkan kinerjanya selaras dengan goal yang ingin dicapai oleh perusahaan. Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan hubungan keterlibatan karyawan dengan hasil kerja yang positif, seperti tingkat konflik rendah, kinerja tinggi, dan hasil bisnis yang positif (Hallberg & Schaufeli, 2006; Saks, 2006; Schaufeli dan Bakker, 2004).
Peran kinerja dari setiap sumber daya manusia di dalam perusahaan menjadi penting, karena sumber daya manusia dituntut untuk bisa membuat hasil keluaran (output) yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh perusahaan. keterlibatan karyawan dalam melakukan suatu pekerjaan juga harus berkaitan dengan motivasi karyawan itu sendiri ke dalam pekerjaannya. Karyawan yang terlibat dalam pekerjaan juga merasakan tanggungjawab pribadi untuk kinerja pekerjaan mereka, sehingga hasil yang terjadi di tempat kerja juga memiliki implikasi yang lebih besar untuk identitas mereka.
Maka dari itu disini akan membahas mengenai teori Employee Enganement sebagai bentuk berikut :
Teori employee engagement oleh Schaufeli (2003) yang terdiri dari tiga elemen yaitu vigor, dedication dan absorption.
- Vigor merupakan keterikatan karyawan yang diperlihatkan melalui kekuatan fisik dan mentalnya ketika melakukan pekerjaan. Vigor ditandai dengan tingginya tingkat kekuatan dan resiliensi mental dalam bekerja, energi yang optimal, keberanian untuk melakukan usaha sekuat tenaga, keinginan, kemauan dan kesediaan untuk berusaha dengan sungguhsungguh di dalam pekerjaan sehingga mampu memberikan hasil yang maksimal dalam setiap pekerjaan yang diberikan, tetap gigih, tidak mudah menyerah, semangat dan terus bertahan dalam menghadapi kesulitan (Schaufeli dan Bakker, 2003).
- Dedication merupakan keterikatan karyawan secara emosional terhadap pekerjaannya. Dedication menggambarkan perasaan antusias karyawan di dalam bekerja, bangga dengan pekerjaan yang dilakukan dan perusahaan tempatnya bekerja, tetap terinspirasi dan tetap tekun sampai akhir pada perusahaan tanpa merasa terancam dengan tantangan yang dihadapi. Orang-orang yang memiliki skor dedication yang tinggi secara kuat menidentifikasi pekerjaan mereka karena menjadikannya pengalaman berharga, menginspirasi dan menantang. Mereka biasanya merasa antusias dan bangga terhadap pekerjaan dan organisasi mereka. Sedangkan skor rendah pada dedication berarti tidak mengidentifikasi diri dengan pekerjaan karena mereka tidak memiliki pengalaman bermakna, menginspirasi atau menantang, terlebih lagi mereka merasa tidak antusias dan bangga terhadap pekerjaan dan organisasi mereka (Schaufeli dan Bakker, 2003).
- Absorption merupakan keterikatan karyawan yang digambarkan dengan perilaku pegawai yang memberikan perhatian penuh terhadap pekerjaannya. Absorption menggambarkan keadaan karyawan yang merasa senang dirinya terbenam secara total, berkonsentrasi tinggi, dan serius dalam melakukan pekerjaannya. Di saat melakukan pekerjaannya, mereka cenderung membuat waktu berlalu dengan begitu cepat sehingga mereka merasa sulit untuk melepaskan atau memisahkan diri dengan pekerjaan. (Perrin, 2003; Schaufeli dan Bakker, 2003).
- Engaged Karyawan yang engaged (terikat) adalah seorang pembangun di dalam organisasi. Mereka cenderung akan selalu menunjukkan kinerja yang tinggi dan maksimal dalam menyelesaikan setiap pekerjaan yang diberikan kepadanya. Karyawan jenis ini akan bersedia untuk memberikan kekuatan dan mengembangkan talenta mereka secara maksimal dalam bekerja agar organisasi berkembang.
- Not Engaged Karyawan dalam tipe ini cenderung fokus terhadap tugas dibandingkan pencapaian tujuan dari pekerjaan itu. Mereka hanya akan mengerjakan tugas sesuai dengan porsi mereka dan sesuai apa yang organisasi bayar kepada mereka. Dalam bekerja, mereka selalu menunggu perintah dari atasan dan cenderung merasa tidak memiliki energi ketika bekerja.
- Actively Disengaged Karyawan tipe ini adalah karyawan yang tidak terikat. Mereka akan secara terbuka menunjukkan perasaan tidak bahagia dan ketidakpuasan mereka terhadap pekerjaan yang dilakukan. Mereka juga akan secara konsisten menunjukkan perlawanan dan hanya melihat sisi negatif pada berbagai kesempatan yang ada.
sekian pembahasan mengenai Employee Engagement, Terima Kasih
Sumber :
Lewiuci,Princes Grace dan Ronny H. Mustamu. 2016. "Pengaruh Employee Engagement Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Keluarga Produsen Senapan Angin. AGORA Vol. 4, No. 2. Hal. 101-107.
Strategi dan Kiat Perusahaan Menghadapi Pandemi C-19 di Bidang Pembinaan SDM
STRATEGI DAN KIAT PERUSAHAAN MENGHADAPI PANDEMI C-19 DI BIDANG PEMBINAAN SDM Saat pandemi covid-19 ini melanda negara indonesia, membuat ...
-
KETERKAITAN EQ,SQ,AQ SERTA CQ DENGAN IMPLEMENTASI DI DUNIA KERJA ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~...