Selasa, 13 Oktober 2020

Organization Commitment & Organization Citizen Behavior

 Organization Commitment & Organization Citizen Behavior

( Komitmen Organisasional & Perilaku Kewarganegaraan Organisasi )

===========================================================================

        Dalam dunia bisnis seringkali memiliki persaingan antar perusahaan lainnya, dan ketahanan perusahaan tersebut dalam persaingan dilihat dari sektor intenalnya yang meliputi manajemen serta sumber daya manusia (karyawan). Bukan itu saja, sebuah perusahaan atau organisasi harus memiliki komitmen yang selaras pada visi dan misi yang dijalankan juga oleh anggotanya agar bertanggungjawab penuh dan memiliki loyalitas di dalam organisasinya dan organisasi juga menjaga loyalitasnnya kepada anggotanya, serta bagaimana perilaku anggota di organisasi tersebut haruslah memiliki semangat kerja yang baik, tersturktur dan bertanngung jawab atas job masing-masing pada sebuah perusahaan. Dan juga  kemauan karyawan untuk berpartisipasi dalam organisasi, biasanya tergantung pada tujuannya bergabung dengan organisasi. Selain itu kemauan karyawan untuk memberikan sumbangan kepada tempat kerjanya sangat dipengaruhi oleh kemampuan organisasi dalam memenuhi tujuan dan harapan-harapan karyawannya. Sehingga dibutuhkan sinergi seluruh pihak di organisasi untuk bekerja sama dan menemukan strategi-strategi kreatif. Maka dari itu disini akan saya ulas materi mengenai Organization Commitment & Organization Citizen Behavior. 


a) Organizational Commitment

     adalah keberpihakan karyawan terhadap organisasi tertentu serta tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut. 

menurut ahli:

Stephen P. Robbins :

" keterlibatan pekerjaan yang tinggi berarti memihak pada pekerjaan tertentu seorang individu ,sementara komitmen organisasional yang tinggi berarti memihak organisasi yang merekrut individu tersebut ". 

Definisi para ahli mengenai Komitmen Organisasi 

  1. L. Mathis - John H. Jackson :

komitmen organisasi adalah tingkat sampai dimana karyawan yakin dan menerima tujuan organisasional, serta berkeinginan untuk tinggal bersama atau meninggalkan perusahaan yang tercermin dalam ketidakhadiran dan angka perputaran karyawan.

     2.  Griffin : 

Komitmen organisasi adalah sikap yang mencerminkan sejauh mana seseorang individu mengenal dan dan terikat para organisasinya.Seseorang individu yang memiliki komitmen tinggi kemungkinan akan melihat dirinya sebagai anggota sejati organisasi. 

Komitmen organisasi adalah sikap yang mencerminkan sejauh mana seseorang individu mengenal dan terikat pada organisasinya. Seseorang individu yang memiliki komitmen tinggi kemungkinan akan melihat dirinya sebagai anggota sejati organisasi. 


Komitmen Organisasional

Anggota organisasi yang berkomitmen terhadap organisasinya mungkin saja mengembangkan pola pandang yang lebih positif terhadap organisasi dan dengan senang hati— tanpa paksaan—mengeluarkan energi ekstra demi kepentingan organisasi (Anik dan Arifuddin, 2003). Hal tersebut menunjukkan bahwa komitmen organisasional memiliki arti yang lebih dari sekedar loyalitas yang pasif, tetapi melibatkan hubungan aktif dan keinginan karyawan untuk memberikan kontribusi yang berarti pada organisasinya. 

Menurut Greenberg dan Baron (1993, dalam Chairy, 2002), karyawan yang memiliki komitmen organisasional yang tinggi adalah karyawan yang lebih stabil dan lebih produktif sehingga pada akhirnya juga akan lebih menguntungkan bagi organisasi. Mowday et al. (1982, dalam Chairy, 2002) mengemukakan ciri-ciri komitmen organisasional, yaitu: (1) keyakinan yang kuat serta penerimaan terhadap tujuan dan nilai organisasi; (2) kesiapan untuk bekerja keras; serta (3) keinginan yang kuat untuk bertahan dalam organisasi. 

Dengan kata lain, Komitmen organisasional adalah penggambaran sikap yang merefleksikan loyalitas karyawan pada organisasi dan proses berkelanjutan dimana anggota organisasi mengekspresikan perhatiannya terhadap organisasi dan keberhasilan serta kemajuan yang berkelanjutan. 

Dimensi - dimensi komitemen organisasional :

Curtis and Wright (2001) menjelaskan bahwa konsep ini dapat dipecah menjadi tiga komponen yaitu :

  1. Keinginan memelihara keanggotaan dalam organisasi 
  2. Keyakinan dan penerimaan terhadap nilai dan tujuan organisasi 
  3. kesediaan bekerja keras sebagai bagian dari organisasi. 

Cut Zurnali (2010) mengemukakan bahwa komitemen organisasional sebagai sebuah keadaan psikologi yang mengakarakteristikan hubungan karyawan dengan organisasi atau implikasinya yang mempengaruhi apakah karyawan akan tetap bertahan dalam organisasi atau tidak yang terindentifikasikan dalam tiga komponen yaitu :

  1. Komitmen Afektif yang merupakan keterlibatan emosional seseorang pada organisasinya berupa perasaan cinta pada organisasi. 
  2. Komitmen Kontinyu yang merupakan presepsi seseorang atas biaya dan risiko dengan meninggalkan organisasi saat ini. Artinya, terdapat dua aspek pada komponen kontinyu, yaitu: melibatkan pengorbanan pribadi apabila meninggalkan organisasi dan ketiadaan alternatif yang tersedia bagi orang tersebut. 
  3. Komitemn Normatif yang merupakan sebuah dimensi moral yang didasarkan pada perasaan wajib dan tanggung jawab pada organisasi yang mempekerjakannya. 

b) Organizational Citizenship Behavior (OCB)


Organizatinal Behavior (OB) atau perilaku organisasi adalah sebuah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam sebuah organisasi dan bagaimana perilaku tersebut memberikan dampak terhadap organisasinya. 

Perilaku kewargaan organisasional (Organizational Citizenship Behavior-OCB) adalah perilaku pilihan yang tidak menjadi bagian dari kewajiban kerja formal seorang karyawan, namun mendukung berfungsinya organisasi tersebut secara efektif. Seperti membantu individu lain dalam tim, mengajukan diri untuk melakukan pekerjaan ekstra, menghindari konflik yang tidak perlu, menghormati semangat dan isi peraturan, serta dengan besar hati menoleransi kerugian dan gangguan terkait pekerjaan yang kadang terjadi (Robbins, 2008:40). 

Definisi OCB menurut para ahli :

Dennis W. Organ :
OCB adalah perilaku bebas individu yang secara eksplisit atau secara tidak langsung diakui oleh sistem formal dan secara agregat berfungsi dengan efektif dan efisien dalam sebuah organisasi. yang dimaksud agregat ialah OCB mengacu kepada perilaku seorang individu yang memberikan dampak positif kepada organisasinya. 

Salih Kusluvan :
OCB adalah perilaku individu yang bebas dan spontan yang dihasilkan dari karakter seseorang ataupun karakter pekerjaan atau organisasinya, juga berasal dari hubungan dengan atasan. Perilaku ini dilakukan kepada organisasi ataupun rekan kerja yang menghasilkan peningkatan efektivitas organisasi melalui pengaruh langsung dari pekerjaan ataupun melalui penharuh tidak langsung secara sosial yang berdasarkan pada peningkatan hubungan interpersonal. perialku kewarganegaraan tidak didekskripsikan dalam pekerjaan formal, juga tidak memiliki penghargaan/(reward) secara kontrak. 

Dimensi-dimensi dari OCB :

Podsakoff, Mackenzie dan Bachrach dalam Kusluvan (2000)

membagi OCB menjadi 7 dimensi :
  1. Helping : seseorang yang memiliki OCB yang baik akan suka menolong orang lainmeskipun tidak ada penghargaan untuk itu.
  2. Sportsmanship  : individu yang dikatakan OCB yang baik, akan memiliki sifat sportif seperti tidak complain saat diperlakukan kurang baik oleh rekannya dan tetap mengerjakan pekerjaan dengan baik.
  3. Loyalty  : Dengan OCB yang baik, seseorang akan memiliki tingkat loyalitas yang tinggi, misalnya seorang individu akan tetap setia pada organisasinya meski organisasi tersebut mengalami kondisi yang sulit. 
  4. Organizational Compliance : individu akan patuh kepada peraturan organisasi yang sangat ketat
  5. Individual Intitative  : Inividu akan memiliki inisiatif lebih, sebagai contoh : seseorang akan bertanya jika tidak mengerti akan pekerjaannya atau contoh lain : adalah seseorang akan melakukan pekerjaannya dan tidak menunggu diperintah terlebih dahulu. 
  6. Civic Virtue : Dimensi ini berkaitan dengan kewarganegaraan dimana individu akan lebih tanggap terhadap hal-hal yang dilakukan pemerintah, sehingga dia akan menginformasikan mengenai perubahan yang terjadi dan menginformasikannya kepada organisasinya. 
  7. Self Development : Tindakan yang dilakukan secara sukarela yang dapat meningkatkan kemampuan, keterampilandan pengetahuan. 

Aspek-aspek dalam OCB 

Menurut Organ (1988) meliputi :

  1. altruism yaitu perilaku membantu orang lain yang mengalami kesulitan dalam bekerja, conscentiousness yaitu kesungguhan mengerjakan di atas standar minimal yang ditetapkan.
  2. sportmanship yaitu menahan diri dari aktivitas-aktivitas mengeluh dan mengumpat terhadap ketidaknyamanan, 
  3. courtesy yaitu aktif mengumpulkan informasi yang dapat membantu orang lain terhindar dari masalah.
  4.  civic virtue yaitu partisipasi aktif karyawan dalam kehidupan organisasi (Podsakoff, 2000).  

Kesimpulan : 

Komitmen organisasional dan perilaku kewarganegaraan organisasional sangat berkaitan satu sama lain. Organisasi yang memiliki OCB pada diri karyawannya yang baik maka organisasi tersebut akan memiki taraf pertumbuhan yang baik, karena karyawan yang bekerja secara loyal, penuh dengan semangat dan terstruktur serta memiliki kinerja yang baik membuat pertumbuhan organisasi akan menjadi lebih baik, dan agar karyawan yang memiliki OCB baik itu tetap bertahan dan mendedikasikan dirinya untuk bekerja di organisasi tersebut, maka sebuah organisasi patut memberikan kenyamanan dan loyalitas kembali pada karyawan yang memiliki OCB baik tersebut. karena kelangsungan hidup suatu perusahaan salah satunya tergantung pada kinerja karyawan dalam menyelesaikan tugasnya. Kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan. Pencapaian tujuan perusahaan menjadi kurang efektif bila banyak karyawan yang tidak berprestasi. Dan hal ini akan menimbulkan pemborosan bagi perusahaan. Oleh karena itu kinerja karyawan harus benarbenar diperhatikan.  



Sumber :
Purba, Debora Eflina dan Ali Nina Liche Seniati. (2004). "Pengaruh Kepribadian Dan Komitmen Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior". Jurnal Sosial Humaniora. Vol. 8, No. 3. Hal. 105-111. 

Purnami, Rahayu S. (2013). "Pengaruh Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasional terhadap Perilaku Kewargaan Organisasional serta implikasinya terhadap Kinerja Pegawai Administrasi Politeknik Komputer Niaga LPKIA Bandung". Jurnal Ilmu Manajemen & Bisnis. Vol. 4, No. 2. Hal. 1 - 15.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Strategi dan Kiat Perusahaan Menghadapi Pandemi C-19 di Bidang Pembinaan SDM

  STRATEGI DAN KIAT PERUSAHAAN MENGHADAPI PANDEMI C-19 DI BIDANG PEMBINAAN SDM  Saat pandemi covid-19 ini melanda negara indonesia, membuat ...