Organization Commitment & Organization Citizen Behavior
( Komitmen Organisasional & Perilaku Kewarganegaraan Organisasi )
===========================================================================
Dalam dunia bisnis seringkali memiliki persaingan antar perusahaan lainnya, dan ketahanan perusahaan tersebut dalam persaingan dilihat dari sektor intenalnya yang meliputi manajemen serta sumber daya manusia (karyawan). Bukan itu saja, sebuah perusahaan atau organisasi harus memiliki komitmen yang selaras pada visi dan misi yang dijalankan juga oleh anggotanya agar bertanggungjawab penuh dan memiliki loyalitas di dalam organisasinya dan organisasi juga menjaga loyalitasnnya kepada anggotanya, serta bagaimana perilaku anggota di organisasi tersebut haruslah memiliki semangat kerja yang baik, tersturktur dan bertanngung jawab atas job masing-masing pada sebuah perusahaan. Dan juga kemauan karyawan untuk berpartisipasi dalam organisasi, biasanya tergantung pada tujuannya bergabung dengan organisasi. Selain itu kemauan karyawan untuk memberikan sumbangan kepada tempat kerjanya sangat dipengaruhi oleh kemampuan organisasi dalam memenuhi tujuan dan harapan-harapan karyawannya. Sehingga dibutuhkan sinergi seluruh pihak di organisasi untuk bekerja sama dan menemukan strategi-strategi kreatif. Maka dari itu disini akan saya ulas materi mengenai Organization Commitment & Organization Citizen Behavior.
a) Organizational Commitment
adalah keberpihakan karyawan terhadap organisasi tertentu serta tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut.
menurut ahli:
Stephen P. Robbins :
" keterlibatan pekerjaan yang tinggi berarti memihak pada pekerjaan tertentu seorang individu ,sementara komitmen organisasional yang tinggi berarti memihak organisasi yang merekrut individu tersebut ".
Definisi para ahli mengenai Komitmen Organisasi
- L. Mathis - John H. Jackson :
komitmen organisasi adalah tingkat sampai dimana karyawan yakin dan menerima tujuan organisasional, serta berkeinginan untuk tinggal bersama atau meninggalkan perusahaan yang tercermin dalam ketidakhadiran dan angka perputaran karyawan.
2. Griffin :
Komitmen organisasi adalah sikap yang mencerminkan sejauh mana seseorang individu mengenal dan dan terikat para organisasinya.Seseorang individu yang memiliki komitmen tinggi kemungkinan akan melihat dirinya sebagai anggota sejati organisasi.
Komitmen organisasi adalah sikap yang mencerminkan sejauh mana seseorang individu mengenal dan terikat pada organisasinya. Seseorang individu yang memiliki komitmen tinggi kemungkinan akan melihat dirinya sebagai anggota sejati organisasi.
Komitmen Organisasional
Anggota organisasi yang berkomitmen terhadap organisasinya mungkin saja mengembangkan pola pandang yang lebih positif terhadap organisasi dan dengan senang hati— tanpa paksaan—mengeluarkan energi ekstra demi kepentingan organisasi (Anik dan Arifuddin, 2003). Hal tersebut menunjukkan bahwa komitmen organisasional memiliki arti yang lebih dari sekedar loyalitas yang pasif, tetapi melibatkan hubungan aktif dan keinginan karyawan untuk memberikan kontribusi yang berarti pada organisasinya.
Menurut Greenberg dan Baron (1993, dalam Chairy, 2002), karyawan yang memiliki komitmen organisasional yang tinggi adalah karyawan yang lebih stabil dan lebih produktif sehingga pada akhirnya juga akan lebih menguntungkan bagi organisasi. Mowday et al. (1982, dalam Chairy, 2002) mengemukakan ciri-ciri komitmen organisasional, yaitu: (1) keyakinan yang kuat serta penerimaan terhadap tujuan dan nilai organisasi; (2) kesiapan untuk bekerja keras; serta (3) keinginan yang kuat untuk bertahan dalam organisasi.
Dengan kata lain, Komitmen organisasional adalah penggambaran sikap yang merefleksikan loyalitas karyawan pada organisasi dan proses berkelanjutan dimana anggota organisasi mengekspresikan perhatiannya terhadap organisasi dan keberhasilan serta kemajuan yang berkelanjutan.
Dimensi - dimensi komitemen organisasional :
Curtis and Wright (2001) menjelaskan bahwa konsep ini dapat dipecah menjadi tiga komponen yaitu :
- Keinginan memelihara keanggotaan dalam organisasi
- Keyakinan dan penerimaan terhadap nilai dan tujuan organisasi
- kesediaan bekerja keras sebagai bagian dari organisasi.
Cut Zurnali (2010) mengemukakan bahwa komitemen organisasional sebagai sebuah keadaan psikologi yang mengakarakteristikan hubungan karyawan dengan organisasi atau implikasinya yang mempengaruhi apakah karyawan akan tetap bertahan dalam organisasi atau tidak yang terindentifikasikan dalam tiga komponen yaitu :
- Komitmen Afektif yang merupakan keterlibatan emosional seseorang pada organisasinya berupa perasaan cinta pada organisasi.
- Komitmen Kontinyu yang merupakan presepsi seseorang atas biaya dan risiko dengan meninggalkan organisasi saat ini. Artinya, terdapat dua aspek pada komponen kontinyu, yaitu: melibatkan pengorbanan pribadi apabila meninggalkan organisasi dan ketiadaan alternatif yang tersedia bagi orang tersebut.
- Komitemn Normatif yang merupakan sebuah dimensi moral yang didasarkan pada perasaan wajib dan tanggung jawab pada organisasi yang mempekerjakannya.
- Helping : seseorang yang memiliki OCB yang baik akan suka menolong orang lainmeskipun tidak ada penghargaan untuk itu.
- Sportsmanship : individu yang dikatakan OCB yang baik, akan memiliki sifat sportif seperti tidak complain saat diperlakukan kurang baik oleh rekannya dan tetap mengerjakan pekerjaan dengan baik.
- Loyalty : Dengan OCB yang baik, seseorang akan memiliki tingkat loyalitas yang tinggi, misalnya seorang individu akan tetap setia pada organisasinya meski organisasi tersebut mengalami kondisi yang sulit.
- Organizational Compliance : individu akan patuh kepada peraturan organisasi yang sangat ketat
- Individual Intitative : Inividu akan memiliki inisiatif lebih, sebagai contoh : seseorang akan bertanya jika tidak mengerti akan pekerjaannya atau contoh lain : adalah seseorang akan melakukan pekerjaannya dan tidak menunggu diperintah terlebih dahulu.
- Civic Virtue : Dimensi ini berkaitan dengan kewarganegaraan dimana individu akan lebih tanggap terhadap hal-hal yang dilakukan pemerintah, sehingga dia akan menginformasikan mengenai perubahan yang terjadi dan menginformasikannya kepada organisasinya.
- Self Development : Tindakan yang dilakukan secara sukarela yang dapat meningkatkan kemampuan, keterampilandan pengetahuan.
Aspek-aspek dalam OCB
Menurut Organ (1988) meliputi :
- altruism yaitu perilaku membantu orang lain yang mengalami kesulitan dalam bekerja, conscentiousness yaitu kesungguhan mengerjakan di atas standar minimal yang ditetapkan.
- sportmanship yaitu menahan diri dari aktivitas-aktivitas mengeluh dan mengumpat terhadap ketidaknyamanan,
- courtesy yaitu aktif mengumpulkan informasi yang dapat membantu orang lain terhindar dari masalah.
- civic virtue yaitu partisipasi aktif karyawan dalam kehidupan organisasi (Podsakoff, 2000).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar