Selasa, 20 Oktober 2020

PERAN EQ,SQ,AQ DAN CQ DALAM IMPLEMENTASI DUNIA KERJA

KETERKAITAN EQ,SQ,AQ SERTA CQ DENGAN IMPLEMENTASI DI DUNIA KERJA
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

        Dalam menghadapi dunia kerja, perusahaan tidak hanya membutuhkan kepintaran intelegen (IQ) seorang karyawannya saja, tapin ada faktor-faltor pendukung lain yang membuat karyawan itu kompeten dan bisa diterima diperusahaan manapun.  Faktor-faktor yang paling menentukan dalam kesuksesan seseorang di dunia kerja berkaitan dengan EQ, SQ, AQ dan CQ.  Kesuksesan tidak sama dengan istilah dari kecerdasan, namun di sini pemaknaan dari istilah kecerdasan kognisi yaitu Intelligence Quotient (IQ). Jadi kecerdasan kognisi saja tidak cukup untuk membuat bangsa ini maju. Dibutuhkan orang-orang yang tidak hanya sekedar pintar secara kognisi melainkan juga memiliki jenis-jenis kecerdasan lain. Ada beberapa gagasan kecerdasan yang sudah dipublikasikan di antaranya IQ (kecerdasan kognisi), EQ (kecerdasan emosi), SQ(kecerdasan spiritual), AQ(kecerdasan menghadapi kesulitan), CQ(kecerdasan kreatif), dan BQ(kecerdasan biomagnetik). Terdapat satu lagi kecerdasan yaitu QQ (kecerdasan quantum) tapi baru sebatas visi. 
        Tapi dari semua itu, yang sudah memiliki alat ukur yang terstandarisari saat ini baru dua yaitu IQ, EQ, dan AQ, namun disini kita akan fokus menghubungkan keterkaitan kecerdasan EQ,SQ,AQ serta CQ dengan implementasinya di dunia kerja. 


EQ ( Kecerasan Emosi )
EQ (Emotional Quotient) adalah kemampuan pengendalian diri sendiri, semangat dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebihlebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain, dan berdoa, untuk memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya kemapuan untuk menyelesaikan konflik, serta memimpin diri dan lingkungan sekitarnya. 
Walters berpendapat bahwa hanya dengan perasaan batin yang tenang, seseorang mampu mengetahui secara pasti arah yang harus diambil. mereka yang mengarahkan hiduo mereka dari tataran perasaan yang lebih dalam ini mencapai tingkat-tingkat keberhasilan yang tak permah dicapai oleh orang-orang yang membatasi pencarian mereka akan jawaban-jawaban terhadap penggunaan akal budi. 

Di samping itu, Gardner membagi kecerdasan emosional (EQ) atas dua kecakapan: 
pertama, intrapersonal intelligence (kecakapan mengenali perasaan diri sendiri) yang terdiri dari; 
[a]. kesadaran diri, meliputi: keadaan emosi diri, penilaian pribadi, percaya diri; 
[b]. pengaturan diri, meliputi; pengendalian diri, dapat dipercaya, waspada adaptif, inovatif; 
[c]. motivasi, meliputi; dorongan berprestasi, komitmen, inisiatif, optimis. 
Kedua, interpersonal intelligence (kecakapan mengenai perasaan dengan orang lain) yang terdiri dari;    [a]. empati, meliputi; memahami orang lain, pelayanan, mengembangkan orang lain, mengatasi keragaman dan kesadaran politis; 
[b]. keterampilan sosial, meliputi; pengaruh, komunikasi, kepemimpinan, katalisator perubahan, manajemen konflik, pengikat jaringan, kolaborasi dan koperasi serta kerja tim

SQ (Kecerdasan Spiritual)
SQ (Spiritual Quotient) adalah kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh. Kecerdasan spiritual berasal dari hati, yang membuat individu menjadi kreatif ketika dihadapkan oleh masalah pribadi dan mencoba melihat makna yang terkandung di dalamnya.
kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri kita yang berhubungan dengan kearifan di luar ego dan jiwa sadar. Hal utama dalam kecerdasan spiritual adalah pengenalan akan kesejatian diri manusia. Kesadaran spiritualitas bukan sebatas ajaran teologis. Dengan kata lain, kecerdasan spiritual itu sesungguhnya mengarahkan manusia pada pencarian hakikat kemanusiaannya. 
Hakikat manusia dapat ditemukan dalam perjumpaan dengan apa pun. Misalnya, saat berkomunikasi pada saat salat. Oleh karena itu, ada yang berpandangan bahwa SQ adalah kecerdasan manusia yang berhubungan dengan Tuhan.
Menurut Samani, SQ merupakan pemandu IQ dan EQ, yakni memandu bagaimana IQ dan EQ dikembangkan dan diimplementasikan dalam sebuah kehidupan. Sehingga dengan demikian, Luneto menyatakan bahwa SQ merupakan kecerdasan tertinggi dalam diri manusia.

AQ (Kecerdasan Menghadapi Kesulitan)
AQ (Addervisity Quotient) adalah kemampuan atau kecerdasan seseorang untuk bertahan menghadapi kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.

AQ   berupaya   memaksimalkan   kemampuan   akal   fikir   dan   usaha   untuk memperoleh keberhasilan. AQ memasukkan IQ dan EQ dari setiap konsep praktis, yaitu teori  ilmiah  dan  penerapannya  di  dunia  nyata  (Thoyib,  2005).  Salah  satu  aspek kecerdasan AQ adalah kecerdasan untuk mengatasi kesulitan. AQ merupakan penilaian yang  mengukur  respon  seseorang  dalam  menghadapi  perubahan  atau  masalah  untuk dijadikan   peluang.   Faktor-faktor   yang   mempengaruhi   AQ   adalah   daya   saing, produktivitas,  kreativitas,  motivasi,  kesiapan  menghadapi  resiko,  ketekunan,  adaptasi, dan  keuletan  (Stoltz,  2004). Adversity  Quotient dan  motivasi  kerja  adalah  faktor  yang berpengaruh dalam upaya meningkatkan kinerja mahasiswa. Motivasi adalah dorongan psikologis melibatkan gerakan fisik dan mental dan mempengaruhi seseorang mencapai tujuan. Dalam  kata  lain Adversity  Quotient (AQ)  merupakan  suatu  penilaian  yang mengukur bagaimana seseorang da-lam menghadapi masalah untuk dapat diberdayakan menjadi peluang.



d.


CQ (Kecerdasan Kreatif)
CQ (Creativity Quotient) adalah potensi seseorang untuk membuat penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang lainnya.

CQ   Kecerdasan   Kreativitas   (Creativity   Quotient)   Potensi   seseorng   untuk memunculkan  sesuatu  yang  penemuan-penemuan  baru  dalam  mencari  solusi  suatu permasalahan  serta  semua  bidang  dalam  usaha  lainnya.  Guil  Ford  mendeskripsikan  5 ciri kreativitas:
a. Kelancaran : Kemampuan memproduksi banyak ide.
b. Keluwesan  :  Kemampuan  untuk  mengajukan  bermacam-macam  pendekatan jalan pemecahan masalah.
c. Keaslian : Kemampuan untuk melahirkan gagasan yang orisinil sebagai hasil pemikiran sendiri.
d. Penguraian : Kemampuan menguraikan sesuatu secara terperinci.
e. Perumusan  Kembali  :  Kemampuan  untuk  mengkaji  kembali  suatu  persoalan melalui cara yang 
berbeda dengan yang sudah lazim.
Kreativitas terdiri dari dua unsur :
a.  Kepasihan  (kemampuan  menghasilkan  sejumlah  gagasan  dan  ide  prmecahan masalah dengan lancar).
b. Keluwesan  (Kemampuan  untuk  menemukan  gagasan  yang  berbeda  dan  luar biasa untuk memecahkan suatu masalah)

Hambatan   untuk   menjadi   kreatif   antara   lain:   kebiasaan,   waktu,   dibanjiri masalah,  tidak  ada  masalah,  takut  gagal,  kebutuhan  akan  sebuah  jawaban  sekarang, kegiatan mental yang sulit diarahkan, tahut bersenang-senang, dan suka mengkritik orang lain. 

Implementasinya dalam dunia bisnis adalah jika kecerdasan intelektual (IQ) saja tidak cukup, hal ini penting mengingat IQ saja tidak menjamin keberhasilan hidup seseorang, demikian juga kalau haya sekedar SQ dan EQ tidak akan mampu mendukung keberhasilan hidup seseorang secara utuh, material dan spritual. Dalam dunia bisnis lebih dibutuhkan kecerdasan secara keseluruhan dari EQ,SQ,AQ dan CQ guna individu tersebut dapat menajankan bisnisnya dengan stabil dan bagi seorang karyawan bisa menjadi karyawan yang sukses, karena individu yang mampu mengendalikan kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual, kecerdasan meghadapi kesulitan dan kecerdasan kereativitas menjadikan individu tersebut dapat bersaing di dunia bisnis. 







sumber :

A. Augustiner Handy. 2017. "Adaptasi Dalam Dimensi Smart People (Studi Kasus: Rusunawa Kaligawe Semarang)". Hal. 151-160.

Shofwan,Arif Muzayin. 2015. "Character Building Melalui Pendidikan Agama Islam (studi kasus di Miftahul Huda Papungan 01 Blitar)". Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman.Vol.10, No.1. Hal.175-198.

P. Charlina dkk. 2019. "Teori Kecerdasan Dalam Menghadapi Masalah Kesulitas Finansial Untuk Menyelesaikan Tunggakan Biaya Kampus". Hal. 1-12. 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Strategi dan Kiat Perusahaan Menghadapi Pandemi C-19 di Bidang Pembinaan SDM

  STRATEGI DAN KIAT PERUSAHAAN MENGHADAPI PANDEMI C-19 DI BIDANG PEMBINAAN SDM  Saat pandemi covid-19 ini melanda negara indonesia, membuat ...