Keterlibatan Employee - Engagement Pada Suatu Perusahaan
Pada masa globalisasi saat ini, banyak perusahaan melakukan persaingan mulai dari sektor apapun, persaingannya bukan hanya sebatas pada target yang ingin dicapai, akan tetapi juga persaingan mendapatkan tenaga Sumber Daya Manusia yang berkualitas itulah yang diperebutkan. Setiap perusahaan harus menjaga dan saling memiliki keterkaitan dengan aset terpentingnya yaitu para karyawannya sendiri supaya karyawan itu dapati bekeja secara maksimal. Keterikatan karyawan telah dianggap sebagai pengantar kesuksesan bisnis di pasar yang kompetitif seperti saat ini dan salah satu faktor penentu dalam kesuksesan organisasional (Lockwood, 2007). Menurut Bakker dan Demerouti (2008), “karyawan yang terikat akan bekerja dengan keras dengan pikiran yang positif, maka dari itu mereka lebih cepat atau banyak menyelesaikan hal-hal di tempat kerja.” Ketika karyawan terikat, secara otomatis mereka akan meningkatkan kinerjanya selaras dengan goal yang ingin dicapai oleh perusahaan. Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan hubungan keterlibatan karyawan dengan hasil kerja yang positif, seperti tingkat konflik rendah, kinerja tinggi, dan hasil bisnis yang positif (Hallberg & Schaufeli, 2006; Saks, 2006; Schaufeli dan Bakker, 2004).
Peran kinerja dari setiap sumber daya manusia di dalam perusahaan menjadi penting, karena sumber daya manusia dituntut untuk bisa membuat hasil keluaran (output) yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh perusahaan. keterlibatan karyawan dalam melakukan suatu pekerjaan juga harus berkaitan dengan motivasi karyawan itu sendiri ke dalam pekerjaannya. Karyawan yang terlibat dalam pekerjaan juga merasakan tanggungjawab pribadi untuk kinerja pekerjaan mereka, sehingga hasil yang terjadi di tempat kerja juga memiliki implikasi yang lebih besar untuk identitas mereka.
Maka dari itu disini akan membahas mengenai teori Employee Enganement sebagai bentuk berikut :
Teori employee engagement oleh Schaufeli (2003) yang terdiri dari tiga elemen yaitu vigor, dedication dan absorption.
- Vigor merupakan keterikatan karyawan yang diperlihatkan melalui kekuatan fisik dan mentalnya ketika melakukan pekerjaan. Vigor ditandai dengan tingginya tingkat kekuatan dan resiliensi mental dalam bekerja, energi yang optimal, keberanian untuk melakukan usaha sekuat tenaga, keinginan, kemauan dan kesediaan untuk berusaha dengan sungguhsungguh di dalam pekerjaan sehingga mampu memberikan hasil yang maksimal dalam setiap pekerjaan yang diberikan, tetap gigih, tidak mudah menyerah, semangat dan terus bertahan dalam menghadapi kesulitan (Schaufeli dan Bakker, 2003).
- Dedication merupakan keterikatan karyawan secara emosional terhadap pekerjaannya. Dedication menggambarkan perasaan antusias karyawan di dalam bekerja, bangga dengan pekerjaan yang dilakukan dan perusahaan tempatnya bekerja, tetap terinspirasi dan tetap tekun sampai akhir pada perusahaan tanpa merasa terancam dengan tantangan yang dihadapi. Orang-orang yang memiliki skor dedication yang tinggi secara kuat menidentifikasi pekerjaan mereka karena menjadikannya pengalaman berharga, menginspirasi dan menantang. Mereka biasanya merasa antusias dan bangga terhadap pekerjaan dan organisasi mereka. Sedangkan skor rendah pada dedication berarti tidak mengidentifikasi diri dengan pekerjaan karena mereka tidak memiliki pengalaman bermakna, menginspirasi atau menantang, terlebih lagi mereka merasa tidak antusias dan bangga terhadap pekerjaan dan organisasi mereka (Schaufeli dan Bakker, 2003).
- Absorption merupakan keterikatan karyawan yang digambarkan dengan perilaku pegawai yang memberikan perhatian penuh terhadap pekerjaannya. Absorption menggambarkan keadaan karyawan yang merasa senang dirinya terbenam secara total, berkonsentrasi tinggi, dan serius dalam melakukan pekerjaannya. Di saat melakukan pekerjaannya, mereka cenderung membuat waktu berlalu dengan begitu cepat sehingga mereka merasa sulit untuk melepaskan atau memisahkan diri dengan pekerjaan. (Perrin, 2003; Schaufeli dan Bakker, 2003).
- Engaged Karyawan yang engaged (terikat) adalah seorang pembangun di dalam organisasi. Mereka cenderung akan selalu menunjukkan kinerja yang tinggi dan maksimal dalam menyelesaikan setiap pekerjaan yang diberikan kepadanya. Karyawan jenis ini akan bersedia untuk memberikan kekuatan dan mengembangkan talenta mereka secara maksimal dalam bekerja agar organisasi berkembang.
- Not Engaged Karyawan dalam tipe ini cenderung fokus terhadap tugas dibandingkan pencapaian tujuan dari pekerjaan itu. Mereka hanya akan mengerjakan tugas sesuai dengan porsi mereka dan sesuai apa yang organisasi bayar kepada mereka. Dalam bekerja, mereka selalu menunggu perintah dari atasan dan cenderung merasa tidak memiliki energi ketika bekerja.
- Actively Disengaged Karyawan tipe ini adalah karyawan yang tidak terikat. Mereka akan secara terbuka menunjukkan perasaan tidak bahagia dan ketidakpuasan mereka terhadap pekerjaan yang dilakukan. Mereka juga akan secara konsisten menunjukkan perlawanan dan hanya melihat sisi negatif pada berbagai kesempatan yang ada.
sekian pembahasan mengenai Employee Engagement, Terima Kasih
Sumber :
Lewiuci,Princes Grace dan Ronny H. Mustamu. 2016. "Pengaruh Employee Engagement Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Keluarga Produsen Senapan Angin. AGORA Vol. 4, No. 2. Hal. 101-107.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar