Selasa, 17 November 2020

GRIT

  -GRIT PADA KARYAWAN-

Dalam dunia kerja, para karyawan dituntut untuk bisa bekerja secara profesional dan optimal. persaingan dalam dunia kerja seperti promosi jabatan, nai pangkat dll tidak bisa diabaikan oleh para karyawannya, maka dari itu karyawan berlomba-lomba untuk mendapatkan kesempatan itu dengan cara bersaing satu sama lain, siapa yang berkompeten dialah yang terpilih. namun tidak sampai disitu saja, para karyawan harus bekerja keras penuh dengan ketekunan dan semangat "Grit". Akan tetapi Grit tidak berlaku bagi karyawan yang melakukan tindakan yang salah. "Jika anda tidak akan berusaha untuk melakukan yang terbaik, anda sebaiknya berhenti", itulah yang dikatakan penulis buku Seth Godin yang menunjukan dalam bukunya "The Dip : The Extradionary Benefits of Knowing When to Quit (and when to stick)". Maka dari itu disini saya akan membahas mengenai GRIT. 


Apa itu Grit?

Grit pertama kali didefinisikan sebagai ketekunan (perseverance) dan semangat (passion) dalam mencapai suatu tujuan jangka panjang.  (Duckworth, Peterson, Matthews, & Kelly, 2007). Duckworth sendiri mengatakan dari beberapa penelitian yang telah dilakukannya menunjukan bahwa sifat ini mungkin lebih relevan daripada kecerdasan dalam menentukan pencapaian tinggi seseorang. Grit bukan hanya sekedar bekerja keras, tapi usaha yang panjang untuk mendapatkan sesuatu. Angela Duckworth mengatakan bahwa kepribadian Grit berkaitan dengan "Growth Mindset", dimana Growth Mindset sendiri merupakan sebuah pola pikir untuk terus tumbuh, berani menerima tantangan dan senang belajar akan hal-hal baru diluar zona nyamannya. Grit memiliki manfaat jika kita terapkan baik di tempat kerja maupun dikehidupan sehari-hari. 

Grit dalam psikologi adalah, sifat non-kognitif positif berdasarkan semangat individu untuk tujuan jangka panjang, ditambah dengan motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan masingmasing. Ketahanan dalam berusaha mengatasi hambatan atau tantangan untuk mencapai hasil yang diinginkan dan berfungsi sebagai kekuatan pendorong dalam pencapaian. 


Dimensi dari GRIT :

Terdapat dua dimensi dari konstruk ini, yaitu :

a) Perseverance of effort

    yaitu sebuah ketekunan untuk menyelesaikan suatu tujuan, bahkan dengan adanya berbagai rintangan atau halangan.

b) Consistency of Interests 

    yairu tetap berkomitmen pada minatnya yang akan mengarahkan pada tercapainya suatu tujuan.


Faktor-faktor Menumbuhkan Grit dari Internal 

Angela Duckworth menulis dalam bukunya ada 4 elemen vital dari dalam dir kita yang akan membuat kita bisa merawat grit dalam segenap raga kita.

a. Passion. Menurut Angela Duckworth, kita tak akan mungkin mampu bertahan dan berjuang menghadapi masalah yang besar, jika kita tidak mencintai apa yang kita kerjakan. 

b. Practice. Latihan yang dimaksud adalah dengan menjamin kualitas waktu latihan yang digunakan. Latihan terus menerus harus dilakukan tanpa mengenal lelah. 

c. Purpose. Kita akan menjadi lebih punya grit ketika dibalik yang anda kerjakan mempunyai tujuan yang jelas. Dengan itu, kita akan lebih bisa bertahan dalam berjuang.

d. Hope. Grit hanya akan tumbuh jika kita merasa punya harapan bahwa apa yang kita kerjakan akan berhasil. Banyak orang yang menyerah karena merasa tidak punya harapan akan berhasil. Solusi untuk mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan menyusun “small and quick wins” atau sejenis “small goals” yang bisa diraih selama kita sedang berjuang. Harapan akan bisa terus ada ketika anda punya small goals yang mudah untuk diraih. 


Faktor-Faktor Menumbuhkan Grit dari Eksternal 

Angela Duckworth juga menulis dalam bukunya ada 4 faktor dari eksternal untuk menumbuhkan grit dalam diri kita. 

a. Parenting for Grit. Peran orang tua cukup penting dalam membimbing anaknya dalam menumbuhkan grit dalam dirinya. 

b. The Playing Fields. Dalam menumbuhkan grit kita tidak hanya belajar di bidang akademis saja, tetapi juga harus belajar di bidang non akademis. 

c. A Culture of Grit. Bagaimana kamu menciptakan kultur grit dalam diri kamu adalah seberapa besar kamu berpeluang untuk meraih kesuksesan yang kamu inginkan.


Cara Mengukur Grit 

Tahun 2016, Angela Duckworth kembali memunculkan grit dalam sesi TED Talks nya. Menurutnya, seseorang bisa menjadi sukses besar dalam pencapaian gol nya karena dia memiliki grit yang sangat besar.

 Ada beberapa cara untuk mengukur grit dalam diri kita, yaitu: 

a. Courage (Kebranian). Kebranian yang dimaksud adalah seberapa besar kemampuan kita mengontrol ketakutan atau kegagalan kita. 

b. Conscientiousness (kesadaran diri). Untuk mencapai kesadaran diri butuh fokus dan konsentrasi tingkat tinggi yang dapat menjadi faktor utama bagi kita dalam memutuskan tindakan dengan cepat dan sesuai kebutuhan. Seringkali pikiran kita terganggu dengan halhal lain yang tidak berhubungan tetapi sangat mengganggu. 

Contohnya trauma masa lalu, keluarga, keuangan, permasalahan di kantor dan lainnya. Salah satu cara untuk melatih kesadaran diri kita adalah dengan membaca buku dengan suara keras atau belajar menyanyikan lagu yang susah untuk dinyanyikan. 

c. Long-term goals and Endurance (Gol Jangka Panjang dan Ketahanan). Kita harus membuat gol dalam jangka panjang yang jelas dan spesifik. Bagi yang sudah memilikinya, apakah gol itu masih menarik untuk kita. Besarnya endurance (daya tahan) untuk tetap fokus tergantung dari seberapa konsisten Anda untuk berusaha dan melatih kemampuan diri. Angela Duckworth mengatakan bahwa pencapaian itu adalah hasil penggabungan antara talenta (skills) dan usaha. 

d. Resilience (Ketahanan). Ketahanan dapat dicapai dengan tiga faktor yaitu Optimis, Percaya Diri dan Kreativitas

e. Excellence vs Perfection (Mutu Tinggi vs Kesempurnaan). Kita harus menerima kekecewaan dan kegagalan karena dengan hal tersebut kita memiliki pengukuran pasti untuk prioritas strategi perbaikan ke arah yang lebih baik.


Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Grit 

Menurut Duckworth (2007) faktor-faktor yang berhubungan dengan kegigihan (grit) adalah sebagai berikut: 

a. Pendidikan, dimaknai sebagai orang yang telah berpendidikan yang memilki kegigihan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang kurang berpendidikan pada usia yang sama.

b. Usia, dimaknai dengan orang usia dewasa memiliki kegigihan yang lebih dengan orang berusia muda. Hal ini dikarenakan orang yang telah tua memiliki pengalaman untuk menghadapi tantangan.

c. Conscientiouness, yaitu berhubungan dengan pilihan untuk berpindah karir pada seseorang. Orang yang memiliki conscientiouness, usia dan pendidikan tinggi 35% lebih kecil kemungkinannya berpindah karir. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kegigihan meliputi pendidikan, usia dan konsitensi. 

d. Di dalam buku Grit (Angela Duckworth) diungkapkan contoh orang-orang penting dan yang telah sukses pada bidangnya, bagaimana mereka mengungkapkan proses untuk meraih sukses mereka sendiri, bagaimana mereka menciptakan potensi mereka, bagaimana mereka mempengaruhi sekaligus dipengaruhi sekitar untuk mengembangkan kemampuannya.  


Kesimpulannya, Grit diikuti dengan bekerja keras dalam menghadapi tantangan, mempertahankan usaha dan kepentingan jangka panjang meskipun dihadapkan pada resiko untuk gagal, tantangan, dan kesulitan pada prosesnya (Duckworth, 2016). Seorang dengan grit yang tinggi lebih berhasil dalam pekerjaan dibandingkan dengan yang memiliki grit rendah.  Individu dengan derajat grit yang tinggi akan lebih tekun dalam bekerja, tidak mudah menyerah jika mengalami kegagalan, bahkan dapat menjadikan kegagalan sebagai cambuk untuk semakin berusaha mencapai tujuan.





Sumber :

Jonathan, Haris dan Alvin Handiworo. 2020. "Tempat Pengembangan Grit", Jurnal Stupa. Vol.2, No. 2, Hal.2067-2078. 

Meadows Martin. 2015. "Grit: How to Keep Going When You Want to Give Up". Meadows Publishing.

Tiara, Stella dan Rostiana. 2018. "Peran Kualitas Kehidupan Dan Grit Terhadap Keterkaitan Kerja Pada Generasi Millenial Di Industri Perbankan". Jurnal Muara. Vol. 2, No, 1. Hal. 342-249. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Strategi dan Kiat Perusahaan Menghadapi Pandemi C-19 di Bidang Pembinaan SDM

  STRATEGI DAN KIAT PERUSAHAAN MENGHADAPI PANDEMI C-19 DI BIDANG PEMBINAAN SDM  Saat pandemi covid-19 ini melanda negara indonesia, membuat ...